Foto : Dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id – Kota Solo bersiap menjadi pusat perhatian jagat tinju nasional. Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) resmi memulai rangkaian persiapan jelang gelaran bergengsi perebutan Sabuk Gubernur Jateng dan Sabuk Kapolda Jateng yang dijadwalkan mentas pada 3-4 Juli 2026 mendatang.
Sebagai langkah awal untuk menjamin kualitas pertandingan, ATI menggelar pelatihan khusus bagi wasit dan juri tinju di Hotel Asia dan Sasana SS Lab Boxing, Jumat (1/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan setiap partai pertandingan nantinya dipimpin oleh perangkat pertandingan yang kompeten dan objektif.
Ketua Umum ATI Pusat, Ester Situmorang, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk ekosistem tinju di Jawa Tengah.

“Kami ingin mencetak wasit dan juri yang tidak hanya andal di tingkat lokal, tapi punya kompetensi standar internasional. Jika kualitasnya terbukti, mereka akan kami proyeksikan untuk memimpin laga di level nasional hingga mancanegara,” ujar Ester di sela-sela kegiatan.
Ester melihat Jawa Tengah, khususnya Solo, memiliki modal kuat untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju profesional. Selain fasilitas yang memadai, regenerasi atlet di wilayah ini dinilai sangat menjanjikan.
“Potensi petinju dari Jawa Tengah luar biasa. Melalui ajang yang dipimpin oleh wasit profesional, kami optimis akan lahir juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama bangsa di ring internasional,” tambah Ester.

Menurut Ester, peserta yang mengikuti pelatihan nantinya akan langsung diberi kesempatan bertugas di berbagai ajang pertandingan, bahkan berpeluang tampil di level internasional.
“Tidak hanya di Jateng, mereka juga bisa kami libatkan di nasional hingga internasional, tergantung kualitas masing-masing,” jelasnya.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali materi berbasis standar organisasi tinju dunia seperti WBO, WBC, WBA, dan IBF, serta praktik langsung melalui simulasi pertandingan.

“Penekanan utama adalah pemahaman aturan dan keselamatan petinju. Wasit harus memastikan keamanan menjadi prioritas utama,” tegas Ester.
Dia juga berharap kebangkitan tinju Indonesia dapat melahirkan petinju kelas dunia.
“Harapan saya, akan muncul petinju seperti the next Chris John atau Daud Yordan dari generasi sekarang,” ungkapnya.
Hal senada dikemukakan, Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti SH MH CIL CPM.
Dia menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem tinju yang lebih terarah dan profesional.
“Pelatihan ini penting agar calon wasit dan juri memiliki bekal, karena aturan di tinju amatir dan profesional itu berbeda,” katanya.
Asri yang juga sebagai Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia SAR Jateng menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda melalui olahraga, sebagai wadah positif untuk menyalurkan bakat dan energi.
“Banyak anak muda punya kemampuan bela diri, tapi tidak terwadahi. Dengan adanya sasana dan pembinaan, mereka bisa diarahkan menjadi atlet berprestasi,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan ini juga akan melahirkan SDM berkualitas di bidang wasit dan juri, yang nantinya dapat mendukung perkembangan olahraga tinju di Jawa Tengah hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, ATI optimistis kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kembali kejayaan tinju Indonesia.
VA PAULO /*

